BATAM – Pertumbuhan sektor pariwisata olahraga (sports tourism) di Kepulauan Riau memasuki babak baru dengan menjamurnya wisata golf yang menyasar pasar regional, terutama Singapura dan Malaysia. Palm Springs Golf & Country Club, Batam, yang dikembangkan Sinarmas Land, kini muncul sebagai salah satu magnet utama.
Dalam acara Media Networking bersama jurnalis di Batam, Kamis (11/9), manajemen Sinarmas Land menekankan besarnya peluang Batam dalam menggaet wisatawan mancanegara, khususnya pegolf Singapura, di tengah keterbatasan lapangan golf di negara tersebut.
Dini Muldini, Department Head Palm Springs Golf Batam, menjelaskan, lapangan seluas 244 hektare ini memiliki 27 lubang dengan tiga pilihan course: Palm Course, Resort Course, dan Island Course. Perancangnya bukan sembarangan, melainkan legenda golf dunia Larry Nelson bersama IMG.
“Selain menjadi destinasi olahraga, Palm Springs terintegrasi dengan kawasan hunian dan resort Nuvasa Bay, yang menawarkan pengalaman bermain golf sekaligus berlibur di tepi pantai,” ujar Dini.
Steven Japari, Indonesia Golf Division Head Sinarmas Land, menambahkan, Palm Springs mencatat sekitar 40 ribu kunjungan pegolf tiap tahun. Menariknya, sebagian besar berasal dari Singapura.
“Dengan lebih dari 50 ribu pegolf aktif di Singapura dan semakin banyak lapangan di sana yang tutup, Batam otomatis menjadi pilihan utama. Johor Bahru memang dekat, tapi hanya Batam yang menawarkan pengalaman lengkap dan berbeda dengan layanan caddy,” jelas Steven.
Daya tarik bermain golf di Batam bukan sekadar olahraga, melainkan pintu masuk bagi perputaran ekonomi yang lebih luas. Data Badan Pusat Statistik mencatat, Batam menyumbang sekitar 66 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau pada 2024, dengan nilai lebih dari Rp 233 triliun. Pertumbuhan ekonomi Kepri sendiri berada di kisaran 5,1 persen pada triwulan I 2025, berada di atas rata-rata nasional.
Di sisi pariwisata, Kepulauan Riau memiliki 10 lapangan golf, tujuh di antaranya berada di Batam dan tiga di Bintan. Pemerintah daerah kini melihat wisata golf sebagai segmen premium yang potensial mendorong jumlah wisatawan mancanegara sekaligus belanja wisata yang lebih tinggi dibanding wisata biasa.
Mario E, Head of Sales Promotion Nuvasa Bay, menekankan, Palm Springs tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem hunian dan investasi di kawasan Nuvasa Bay. “Potensinya bukan hanya pariwisata, tetapi juga investasi properti kelas menengah atas. Banyak ekspatriat Singapura mulai melirik Batam sebagai destinasi kedua mereka,” katanya.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama biaya tiket feri Batam–Singapura yang dinilai relatif mahal. Visa, sebut Dini Muldini, juga menjadi kendala. Dini berharap kebijakan pemerintah melalui PP Nomor 95 Tahun 2024 tentang Bebas Visa Kunjungan akan menjadi katalis positif kelak.
“Dengan adanya kebijakan bebas visa, pariwisata Kepri punya harapan besar untuk kembali bergairah. Golf bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat citra Batam sebagai destinasi premium,” ujar Dini lagi.
Acara Media Networking yang digelar Sinarmas Land tidak hanya memaparkan potensi bisnis, tetapi juga mempererat hubungan dengan insan media. Hubungan strategis ini diharapkan dapat memperluas publikasi Batam sebagai golf tourism hubdi Asia Tenggara. (ramon d)

