JAKARTA — Ratusan ribu warga dari berbagai elemen masyarakat memadati Lapangan Monas, Jakarta, seajack Minggu pagi (3/8), dalam aksi solidaritas bertajuk “Bersatu Padu Selamatkan Gaza dari Pembantaian dan Pelaparan Massal.” Aksi ini digelar oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketua Komite Pelaksana ARI-BP, KH Muhammad Zaitun Rasmin, mengatakan massa sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB. “Acara dihadiri ratusan ribu orang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan masyarakat umum,” ujarnya.
Sejumlah ulama bergantian menyampaikan orasi dan tausiyah. Salah satu yang paling dinanti adalah Ustad Abdul Somad (UAS), yang dikenal sebagai Da’i Bangsa.
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa solidaritas rakyat Indonesia terhadap Palestina harus terus digelorakan. “Seluruh komponen bangsa harus bersatu menyuarakan ini dan terus mendesak agar akses perbatasan Palestina dibuka untuk bantuan logistik,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan, dukungan terhadap Palestina adalah kewajiban moral yang tidak boleh surut.
“Selama penjajahan Zionis Israel masih berlangsung, maka pembelaan terhadap Palestina adalah abadi. Saat ini warga Gaza tak hanya mengalami genosida, tapi juga kelaparan. Bantuan kemanusiaan yang ada belum mencukupi,” jelasnya. Ia juga menyerukan agar semua pihak, termasuk komunitas internasional, mendesak Mesir untuk membuka akses penuh ke perbatasan Gaza.
Ketua Komite Pengarah ARI-BP, Prof. Dr. Din Syamsuddin, menyebut aksi damai ini sangat penting sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas situasi di Gaza yang kian memburuk.
Untuk mendukung kelancaran acara, sebanyak 2.123 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan. Apel pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
“Kami menyiapkan pengamanan maksimal bersama jajaran Polda Metro Jaya dan seluruh polsek se-Jakarta Pusat. Semua personel tidak dibekali senjata api sebagai bentuk komitmen menjaga suasana damai, sejuk, dan kondusif,” ujar Kombes Susatyo.
Aksi solidaritas ini berlangsung damai dan khidmat, diselingi doa bersama, pembacaan pernyataan sikap, serta seruan internasional untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza. (uhr)

