Prabowo Beri Kehormatan untuk Budaya Melayu dengan Tanjak Riau

JAKARTA – Ada yang berbeda dalam upacara penurunan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad (17/8) kemarin. Presiden Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara, tampil dengan mengenakan tanjak Melayu Riau bermotif geometris berwarna biru keperakan.

Sejak pagi, nuansa budaya Melayu Riau memang telah hadir di Istana. Seusai upacara pengibaran bendera, digelar pertunjukan pacu jalur dari Kuantan Singingi, Riau. Rayyan Arkan Dhika, bocah 11 tahun yang populer dengan sebutan Aura Farming, memukau publik saat tampil sebagai Togak Luan dalam tarian kolaboratif. Gerak energiknya mendapat sambutan hangat dari Presiden Prabowo serta para tamu undangan, termasuk Mensesneg Hadi Prasetyo dan Seskab Teddy.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengapresiasi tampilnya budaya Melayu di momen kenegaraan tersebut. Menurutnya, penggunaan tanjak oleh Presiden dan hadirnya pacu jalur menjadi pengakuan sekaligus penghormatan bagi budaya Riau di tingkat nasional. “Ini bukan sekadar simbolik, tetapi sebuah capaian budaya yang membanggakan,” ujar Datuk Seri Taufik.

Ia menjelaskan, dalam tradisi Melayu, tanjak adalah simbol kehormatan, identitas, serta penghormatan kepada leluhur. Dalam konteks kenegaraan, penggunaannya mencerminkan penghargaan terhadap kontribusi budaya lokal dalam membangun bangsa.

Pegiat budaya tanjak warisan Riau, Tanjak Way, mengidentifikasi tanjak yang dikenakan Presiden sebagai Tanjak Putra Kayangan. Ia menuturkan, tanjak ini sarat makna dan secara historis hanya dikenakan oleh bangsawan atau putra raja. “Tanjak ini melambangkan kekuasaan, kehormatan, keberanian, dan keperwiraan,” kata Tanjak Way.

Meski memberikan apresiasi tinggi, ia mencatat ada sedikit catatan teknis. “Lipatan ke-3 di bagian atas tanjak semestinya sedikit lebih tinggi agar tampilannya lebih sempurna. Namun secara keseluruhan, tetap sangat membanggakan,” ujarnya. (urd)