JAKARTA — PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Len Industri (Persero) guna memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis teknologi satelit di Jakarta, Selasa (9/9) lalu.
Kesepakatan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, dan Direktur Utama Len Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., dengan disaksikan oleh Sekjen Kementerian Pertahanan sekaligus Komisaris Utama Len Industri, Letjen TNI Tri Budi Utomo, Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, serta Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir.
Direktur Telkom, Honesti Basyir, menegaskan pentingnya konektivitas dalam menopang pertahanan nasional.
“Perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apa pun tetap membutuhkan konektivitas. Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bukan sekadar bisnis, melainkan bagian dari ketahanan nasional. MoU ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah konkret membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri,” ujarnya.
Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng, menilai kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa.
“Kehadiran MoU antara Telkomsat dan Len Industri adalah sebuah awal, bukan akhir. Komunikasi adalah elemen paling penting dalam pertahanan. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa sekaligus memicu inovasi pertahanan berbasis satelit,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Sekjen Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo.
“Kami sangat mengapresiasi adanya sinergi ini untuk menghadirkan inovasi berbasis satelit yang dapat mendukung sistem pertahanan nasional, bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” tutur dia.
Lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan kapasitas satelit Merah Putih 2 serta pengembangan satelit nasional secara mandiri, mulai dari pembangunan command center, pusat riset, fasilitas produksi satelit, hingga wahana peluncuran.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan bisnis satelit regional dan global, sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.
Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi pertahanan mutakhir. (urd)

