INHIL — Dalam momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada Sabtu (26/7), kemarin, Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan beragam bantuan sosial kepada masyarakat Desa Belaras Barat, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kegiatan ini menjadi penanda kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam menjangkau kelompok masyarakat pesisir yang rentan secara sosial dan ekonomi.
Kehadiran Gubernur dan rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan hasil laut. Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim yang semakin nyata, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
Wakil Ketua II Baznas Riau Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Jamaludin, mengungkapkan, bantuan yang disalurkan kali ini bersifat menyeluruh, mencakup aspek perlindungan sosial, penguatan ekonomi produktif, hingga bantuan konsumtif.
Salah satu program utama yang disalurkan adalah Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Keagamaan, yang menjangkau 500 penerima manfaat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan jaminan perlindungan bagi para tokoh agama seperti imam masjid, ustad, dan da’i yang selama ini kerap luput dari sistem perlindungan sosial formal.
Tak hanya itu, bantuan modal usaha juga diberikan kepada nelayan setempat, sebagai upaya memperkuat daya saing ekonomi masyarakat pesisir. “Bantuan ini diharapkan bisa mendorong nelayan untuk meningkatkan produktivitasnya, serta membuka peluang ekonomi baru di tengah tekanan ekonomi akibat krisis iklim dan tantangan pasar,” jelas Jamaludin yang akrab disapa Uje.
Baznas Riau juga memberikan bantuan konsumtif untuk kelompok dhuafa, anak yatim, dan da’i, sebagai bagian dari komitmen lembaga zakat untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat miskin di wilayah terdepan.
Kolaborasi Pemerintah dan Filantropi
Gubernur Riau Abdul Wahid menyatakan apresiasinya atas kinerja dan dedikasi Baznas Riau dalam menjangkau masyarakat pelosok. Ia menilai kehadiran Baznas tak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan inklusif di wilayah pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Baznas Riau yang selalu hadir meringankan beban masyarakat. Sinergi seperti ini sangat kami harapkan agar terus terjalin, agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau lebih luas dan tepat sasaran. Kami juga berharap masyarakat terus mempercayakan zakatnya kepada Baznas,” kata Wahid dalam sambutannya.
Ia menekankan, tantangan kemiskinan di wilayah pesisir tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan infrastruktur atau ekonomi semata, melainkan perlu pendekatan kolaboratif lintas sektor, termasuk dari lembaga-lembaga filantropi yang memiliki fleksibilitas dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, yang menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Desa Belaras Barat yang terletak di garis depan Indragiri Hilir menghadapi risiko abrasi, kerusakan hutan mangrove, dan dampak perubahan iklim yang serius.
Dengan program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial yang digulirkan, Pemerintah Provinsi Riau berharap masyarakat setempat tidak hanya bisa bertahan secara ekonomi, tetapi juga menjadi garda depan dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Bantuan ini merupakan investasi sosial untuk ketahanan masyarakat. Kami berharap penerima manfaat bisa memanfaatkannya secara optimal, dan ke depan, kita bisa membangun lebih banyak program berbasis masyarakat yang selaras antara ekonomi dan ekologi,” ujar Jamaludin lagi.
Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Baznas Riau ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang semakin inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan memperkuat sektor ekonomi lokal, memperluas jangkauan perlindungan sosial, dan menumbuhkan kesadaran lingkungan, harapannya wilayah pesisir seperti Desa Belaras Barat dapat tumbuh menjadi kawasan yang tangguh secara sosial, ekonomi, dan ekologis. (uty)

